Kiblat adalah arah yang kita hadapi ketika salat, yaitu Ka'bah di Makkah. Di rumah sendiri kita sudah hafal arahnya, tetapi di kamar hotel, kantor baru atau rumah kerabat, kita perlu mencarinya lagi. Panduan ini membahas cara-cara yang benar-benar bisa diandalkan, kenapa kompas HP kadang meleset, dan apa yang sebaiknya dilakukan kalau kita tidak bisa memastikan arahnya.
Apa sebenarnya arah kiblat itu?
Bumi berbentuk bulat, sehingga jarak terpendek antara dua tempat bukanlah garis lurus di peta datar. Jarak terpendek itu mengikuti lingkaran besar (great circle): jalur yang ditempuh pesawat, atau benang yang ditarik kencang di atas bola dunia. Arah kiblat adalah arah awal jalur terpendek dari tempat kita berdiri menuju Ka'bah.
Karena itu arah kiblat kadang terlihat "aneh" di peta datar. Di peta dunia biasa, Makkah tampak berada di timur dan sedikit ke selatan dari New York, sehingga orang mengira kiblat di sana mengarah ke tenggara. Padahal jalur terpendek dari Amerika Utara ke Makkah melengkung melewati Atlantik Utara, sehingga kiblat dari New York justru mengarah ke timur laut, sekitar 58° dari utara sejati. Itulah sebabnya kebanyakan masjid di Amerika Utara menghadap timur laut.
Hal yang sama berlaku di Indonesia. Kiblat di Indonesia bukan tepat ke barat, melainkan ke barat serong ke utara. Dari Jakarta, misalnya, arah kiblat sekitar 295° dari utara sejati, atau kira-kira 25° ke utara dari arah barat. Inilah sebabnya banyak masjid lama yang dibangun menghadap tepat ke barat kemudian diukur ulang dan shafnya disesuaikan.
Beberapa arah kiblat perkiraan (diukur searah jarum jam dari utara sejati):
| Kota | Arah kiblat | Kira-kira |
|---|---|---|
| New York | 58° | Timur laut |
| London | 119° | Tenggara |
| Istanbul | 152° | Selatan-tenggara |
| Jakarta | 295° | Barat serong ke utara |
Aplikasi kiblat yang baik akan menghitung semua ini untuk Anda. Yang perlu Anda pastikan adalah bagian lainnya: ke mana HP Anda sebenarnya menghadap.
Cara 1: Kompas di HP
Kompas di HP bekerja dengan sensor kecil (magnetometer) yang membaca medan magnet bumi. Praktis dan biasanya akurat dalam selisih beberapa derajat, asalkan tidak ada yang mengganggunya.
Kenapa kompas HP bisa meleset?
- Magnet di casing dan aksesori. Casing dompet dengan penutup magnet, holder HP magnetik di mobil dan sebagian aksesori pengisian nirkabel bisa membuat arah meleset puluhan derajat. Lepaskan casing jika Anda curiga.
- Benda logam dan elektronik di dekatnya. Meja besi, beton bertulang, laptop, speaker dan kabel listrik dapat mengganggu medan magnet. Bergeserlah satu-dua meter dan lihat apakah arahnya berubah.
- Di dalam mobil, kereta atau pesawat. Badan kendaraan adalah kotak logam besar, sehingga kompas di dalamnya tidak bisa diandalkan. Keluarlah bila memungkinkan.
- Sensor belum dikalibrasi. Magnetometer bisa bergeser seiring waktu. Jika arahnya melompat-lompat atau HP meminta kalibrasi, gerakkan HP perlahan membentuk angka 8 di udara sambil memutarnya ke berbagai sudut selama 10–15 detik.
Utara sejati dan utara magnetis
Kompas magnetis menunjuk utara magnetis, bukan utara sejati (geografis). Selisihnya disebut deklinasi magnetis dan berbeda di setiap tempat. Di Indonesia selisihnya umumnya kecil, tetapi di sebagian Amerika Utara dan wilayah lain bisa jauh melebihi 10°.
Arah kiblat dihitung dari utara sejati. Banyak aplikasi kompas di HP mengoreksi selisih ini saat layanan lokasi aktif, tetapi tidak semuanya, dan kompas magnetis biasa tidak pernah mengoreksinya. Jika deklinasi di tempat Anda besar, periksa utara mana yang ditampilkan kompas Anda.
Cek cepat
Sebelum memercayai hasilnya, berputarlah perlahan satu putaran penuh dan perhatikan apakah kompas bergerak mulus. Lalu ukur di dua atau tiga titik berbeda di ruangan. Jika hasilnya hanya berselisih beberapa derajat, berarti aman. Jika selisihnya besar, ada sesuatu di dekat Anda yang mengganggu.
WAQT memiliki kompas kiblat yang menghitung arah berdasarkan lokasi Anda dan memberi tahu apakah perlu berputar ke kiri atau ke kanan; ketika posisi Anda sudah dalam kisaran sekitar 2° dari kiblat, aplikasi menandakan arahnya sudah pas dan HP bergetar. Pemeriksaan di atas tetap perlu: tidak ada aplikasi yang bisa memperbaiki sensor yang dibelokkan oleh casing bermagnet.
Cara 2: Bayangan matahari (Rashdul Kiblat)
Dua kali setahun matahari melintas hampir tepat di atas Ka'bah. Pada saat itu, di mana pun matahari masih di atas ufuk, bayangan benda yang berdiri tegak akan mengarah tepat membelakangi Ka'bah. Jika Anda membelakangi bayangan dan menghadap ke arah sebaliknya, Anda sedang menghadap kiblat.
Kedua waktu itu adalah:
- 27 atau 28 Mei, sekitar pukul 12.18 waktu Makkah (09.18 UTC), atau 16.18 WIB
- 15 atau 16 Juli, sekitar pukul 12.27 waktu Makkah (09.27 UTC), atau 16.27 WIB
Untuk WITA tambahkan satu jam (17.18 dan 17.27). Di wilayah WIT (18.18 dan 18.27) matahari sudah sangat rendah atau bahkan terbenam, sehingga cara ini umumnya tidak praktis di sana. Kemenag biasanya mengumumkan jadwal Rashdul Kiblat ini setiap tahun.
Pada waktu tersebut, dirikan tongkat, gunakan kusen pintu, atau tegakkan pensil sampai benar-benar tegak lurus (bisa dibantu benang dengan pemberat/bandul), lalu tandai arah bayangannya. Cara ini masih bisa dipakai beberapa menit sebelum dan sesudah waktu tepatnya. Ini kesempatan yang baik untuk mengecek arah kiblat rumah, kantor atau musala sekali saja lalu menandainya secara permanen.
Secara umum cara ini hanya berlaku di tempat yang saat itu matahari masih terlihat: Afrika, Eropa, Timur Tengah dan sebagian besar Asia. Di benua Amerika dan Australia, waktunya jatuh pada malam hari.
Cara 3: Masjid dan patokan tetap
Sering kali cara paling mudah dan tepercaya adalah memanfaatkan hasil pengukuran orang lain:
- Mihrab masjid. Mihrab menunjukkan arah kiblat. Jika ada masjid di dekat rumah, perhatikan arahnya terhadap jalan atau bangunan yang bisa Anda lihat dari rumah. Pastikan masjid tersebut sudah pernah diukur ulang arah kiblatnya.
- Musala di tempat umum. Bandara, rumah sakit, kampus dan pusat perbelanjaan biasanya menandai arah kiblat dengan panah.
- Kamar hotel. Di Indonesia dan negara mayoritas Muslim lainnya, hotel umumnya memasang tanda panah kiblat di kamar.
- Warga setempat. Bertanya kepada Muslim yang tinggal di sana adalah cara yang sah dan sudah lazim sejak dulu.
Setelah tahu arah kiblat terhadap patokan tetap seperti jalan, gedung atau jendela, Anda tidak perlu kompas lagi di tempat itu.
Jika tetap ragu
Ketepatan sempurna tidak selalu bisa dicapai, dan para ulama telah membahas hal ini secara rinci. Orang yang melihat Ka'bah langsung wajib menghadap tepat ke bangunannya (ainul ka'bah). Bagi yang jauh, mayoritas ulama mazhab Hanafi, Maliki dan Hanbali berpendapat cukup menghadap ke arahnya (jihatul ka'bah), sedangkan mazhab Syafi'i lebih menekankan upaya menghadap ke arah yang setepat mungkin bila hal itu bisa dilakukan.
Banyak ulama juga berpendapat bahwa orang yang telah berusaha sungguh-sungguh menentukan kiblat (ijtihad) lalu salat sesuai hasilnya, sudah menunaikan kewajibannya meskipun belakangan diketahui arahnya agak melenceng. Rinciannya, misalnya jika kekeliruan disadari di tengah salat, berbeda antarmazhab. Untuk kasus tertentu, ikuti panduan Kemenag, MUI atau masjid setempat.
Dalam praktiknya: lakukan yang terbaik dengan sarana yang ada, jangan sampai keraguan membuat Anda menunda salat, dan perbaiki arahnya di lain waktu jika Anda mendapat informasi yang lebih tepat.
Langkah praktis sehari-hari
- Di rumah: tentukan kiblat sekali dengan cermat, cocokkan hasil kompas dengan masjid terdekat atau saat Rashdul Kiblat, lalu beri tanda permanen di lantai.
- Saat bepergian: lepaskan casing HP, jauhi benda logam dan elektronik, kalibrasi dengan gerakan angka 8, dan ukur di dua titik.
- Di kendaraan atau gedung yang asing: cari musala atau tanyakan warga setempat sebelum mengandalkan kompas.
- Jika masih ragu: hadaplah ke arah terbaik yang bisa Anda tentukan, lalu salatlah. Usaha yang sungguh-sungguh itu bernilai.