Jadwal Imsak, Sahur dan Buka Puasa: Penjelasan Lengkap

Kapan puasa dimulai dan berakhir? Apa itu Imsak, kenapa jadwal Maghrib bisa beda 1–2 menit antar kalender, dan tips mengatur sahur selama Ramadan.

Setiap Ramadan, pertanyaan yang sama selalu muncul: Sampai jam berapa saya boleh makan sahur? Apakah Imsak sama dengan Subuh? Kenapa jadwal dari masjid menulis Maghrib pukul 17.58, sedangkan aplikasi di ponsel menulis 17.56? Panduan ini menjawabnya satu per satu, supaya Anda bisa membaca jadwal imsakiyah mana pun dengan yakin.

Kapan puasa dimulai dan berakhir?

Puasa harian berlangsung dari terbit fajar shadiq sampai terbenam matahari. Dalam Surah al-Baqarah ayat 187, Allah membolehkan makan dan minum "hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar", lalu memerintahkan menyempurnakan puasa sampai malam.

Dalam praktiknya:

  • Puasa dimulai saat fajar shadiq, yaitu cahaya putih yang membentang mendatar di ufuk timur. Ini juga awal waktu salat Subuh.
  • Puasa berakhir saat matahari terbenam, ketika piringan matahari sudah sepenuhnya hilang di bawah ufuk. Saat itulah masuk waktu Maghrib dan waktu berbuka.

Fajar shadiq berbeda dengan fajar kadzib, cahaya tipis memanjang ke atas yang muncul lebih dulu lalu menghilang. Puasa terikat pada fajar shadiq, bukan fajar kadzib.

Karena kini hampir tidak ada yang mengamati ufuk setiap pagi, waktu Subuh dihitung berdasarkan sudut matahari di bawah ufuk. Kemenag menggunakan 20 derajat, sedangkan Diyanet (otoritas keagamaan Turki) menggunakan 18 derajat. Semakin besar sudutnya, semakin awal waktu Subuh. Jadi awal puasa bisa berbeda beberapa menit tergantung metode yang dipakai kalender Anda.

Arti "Imsak" berbeda di tiap negara

Imsak secara bahasa berarti "menahan diri". Istilahnya dipakai di banyak negara, tetapi tidak selalu menunjuk menit yang sama.

Indonesia, Malaysia dan Singapura

Di Asia Tenggara, Imsak adalah waktu kehati-hatian sekitar 10 menit sebelum Subuh. Ini adalah tanda untuk segera menyelesaikan makan sahur, bukan awal puasa yang sebenarnya. Secara fikih, puasa dimulai saat masuk waktu Subuh. Jadi, jika Anda masih minum seteguk air setelah Imsak tetapi sebelum Subuh, puasa Anda tidak batal; kolom Imsak hanya memberi jeda aman.

Turki dan komunitas Turki di luar negeri

Dalam kalender Diyanet, "imsak" adalah awal waktu Subuh itu sendiri. Artinya, saat jadwal Turki menulis "İmsak 05.12", itulah batas terakhir makan sahur sekaligus waktu masuknya salat Subuh.

Kenapa perbedaan ini penting?

Bagi yang berpindah antara dua kebiasaan ini, misalnya mahasiswa Indonesia yang berpuasa di Istanbul, istilah "imsak" bisa menyesatkan sekitar 10 menit. Selalu periksa apakah imsak di jadwal Anda sama dengan Subuh atau sebelum Subuh.

Kebiasaan Arti "Imsak" Kapan puasa benar-benar dimulai
Kemenag (Indonesia), Malaysia, Singapura Sekitar 10 menit sebelum Subuh Saat Subuh
Diyanet (Turki) Awal waktu Subuh Saat imsak

Sahur: dianjurkan, dan lebih baik diakhirkan

Sahur adalah makan sebelum fajar. Dua hal dari Sunnah sudah sangat dikenal:

  • Sahur dianjurkan. Dalam hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim, Nabi ﷺ menyebutkan bahwa pada sahur terdapat keberkahan.
  • Sahur dianjurkan diakhirkan. Dalam riwayat di Shahih al-Bukhari, Zaid bin Tsabit menggambarkan jarak antara selesai sahur dan berdiri untuk salat kira-kira sepanjang bacaan lima puluh ayat.

Mengakhirkan sahur bukan berarti makan sampai detik terakhir. Selesai beberapa menit sebelum Subuh adalah langkah bijak, apalagi jika metode kalender Anda berbeda dengan masjid setempat. Jika ragu apakah Anda makan setelah masuk Subuh, para ulama membahasnya secara rinci; tanyakan kepada ustaz atau imam setempat daripada menebak sendiri.

Berbuka: segerakan saat matahari terbenam

Di ujung hari berlaku sebaliknya. Dalam hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka. Menyegerakan artinya berbuka begitu matahari dipastikan terbenam, tidak menunggu langit gelap, dan tentu tidak berbuka sebelum Maghrib.

Banyak orang berbuka dengan kurma dan air, lalu salat Maghrib, baru kemudian makan besar. Karena waktu Maghrib relatif singkat, membuka puasa dengan porsi kecil membantu agar salat tidak terlalu tertunda.

Kenapa jadwal Maghrib bisa beda satu atau dua menit?

Dua kalender untuk kota yang sama sering berbeda satu sampai beberapa menit untuk waktu Maghrib. Itu wajar. Penyebab utamanya:

Refraksi atmosfer

Atmosfer membelokkan cahaya, sehingga matahari masih terlihat padahal secara geometris sudah di bawah ufuk. Perhitungan standar memperhitungkannya dengan menetapkan terbenam saat pusat matahari berada sekitar 0,833 derajat di bawah ufuk. Refraksi sebenarnya berubah mengikuti suhu dan tekanan udara, jadi momen sebenarnya bisa sedikit bergeser.

Ketinggian tempat dan ufuk

Perhitungan biasanya mengasumsikan ufuk datar setinggi permukaan laut. Di lantai atas gedung atau di dataran tinggi, matahari terlihat terbenam lebih lambat. Jika pegunungan menutupi ufuk barat, matahari menghilang lebih cepat. Jadwal kota memilih satu titik acuan untuk semua orang.

Ihtiyat (waktu pengaman)

Banyak otoritas menambahkan beberapa menit pengaman pada waktu terbenam hasil hitungan, agar tidak ada yang berbuka terlalu cepat di bagian mana pun kota itu. Kemenag menerapkan ihtiyat sekitar dua menit, sedangkan Diyanet menyebutnya temkin. Kalender tanpa ihtiyat akan menampilkan waktu berbuka lebih awal.

Batas kota dan pembulatan

Kota besar membentang puluhan kilometer dari timur ke barat, dan waktu terbenam bergeser di sepanjangnya. Sebagian kalender memakai pusat kota, sebagian lagi ujung baratnya. Pembulatan ke menit menambah selisih kecil lainnya.

Aturan praktisnya: ikuti jadwal yang dipakai masjid setempat atau Kemenag, dan jangan mencampur Imsak dari satu kalender dengan Maghrib dari kalender lain.

Ramadan 1448 H: perkiraan tanggal

Ramadan 1448 H diperkirakan dimulai sekitar 8 Februari 2027, dengan tanggal pasti bergantung pada rukyat hilal atau metode hisab di negara Anda. Di Indonesia, awal Ramadan resmi ditetapkan melalui sidang isbat Kemenag, dan sebagian ormas bisa mengumumkan tanggal berdasarkan hisab lebih dulu. Ikuti pengumuman resmi yang berlaku di tempat Anda.

Tips praktis selama Ramadan

  • Siapkan jadwal imsakiyah kota Anda lebih awal. Pastikan untuk kota Anda sendiri, bukan kota tetangga. Selisih 100 km ke timur atau barat saja bisa menggeser waktu beberapa menit.
  • Samakan metode perhitungan dengan masjid Anda. Di aplikasi WAQT Anda bisa memilih dari 25 metode, termasuk Kemenag dan Diyanet, lalu menyesuaikan setiap waktu salat per menit agar sama persis dengan jadwal masjid.
  • Pasang dua alarm sahur. Satu cukup awal agar bisa makan dengan tenang, satu lagi menjelang Imsak. Pengingat sebelum waktu salat berguna di sini: WAQT bisa mengingatkan 15, 30, atau 45 menit sebelum Subuh, selain azan saat Subuh dan Maghrib.
  • Lihat jadwal sebulan penuh. Waktu Subuh dan Maghrib bergeser setiap hari, jadi tampilan bulanan membantu mengatur tidur dan masak. Kalender salat di WAQT menampilkan jadwal setiap hari dalam sebulan beserta tanggal Hijriahnya.
  • Saat mudik atau bepergian, perbarui lokasi. Waktu puasa mengikuti tempat Anda berada, bukan kota asal.

Bekal sebelum malam pertama Ramadan

Pahami arti Imsak di jadwal Anda, pilih jadwal yang sesuai dengan masjid setempat, dan pasang pengingat sebelum malam pertama. Dengan tiga hal itu beres, Anda bisa berhenti cemas soal jam dan fokus pada ibadah di bulan suci.

Jadwal sholat yang bisa Anda andalkan, di mana pun Anda berada

WAQT menghitung setiap waktu sholat untuk lokasi Anda dengan 25 metode, memutar azan tepat waktu, dan menunjukkan arah kiblat dengan kompas langsung.